Welcome
Efek Daun
Bintang
Selasa, 17 Februari 2015
MENGEMBALIKAN COMMAND PROMPT LINE YANG HILANG DI AUTOCAD
MENGHITUNG KOORDINAT UTM DAN ZONE
Kamis, 26 Januari 2012
Membuat Peta Topografi (Kontur) Dengan AutoCAD Land Desktop
1. Melalui Run Comment, dapat berupa point ataupun Text
2. Melalui ASCII
3. Melalui Alat Ukur berupa Total Station
4. Key in atau ketik data secara manual
Contoh Penghitungan Koordinat
Contoh Penghitungan Elevasi / Beda Tinggi
Contoh Penghitungan Detail / Situasi
2. Setelah penghitungan selesai baru kita mulai export data tersebut ke Land Desktop, seperti yang kita singgung di awal ada dua cara untuk export data tersebut, tapi sebelumnya copy hasil penghitungan detail dan gabungkan dengan hasil penghitungan beda tinggi dan koordinat polygon agar data menjadi satu file, untuk contohnya seperti gambar dibawah ini
3. Persiapan data Import, Untuk export data ke LDD dengan run comment, anda perlu membuat perintah ke LDD dengan cara membuat Syntak berikut di Excel
Untuk Point lakukan langkah berikut
Untuk Text buat Syntak seperti ini
Untuk Export ke LDD menggunakanASCII anda perlu memahami beberapa data input yang sering kita lihat seperti PENZD, PENZ, ENZ, PNE serta bacaan space delimeted comma delimited, untuk pembahasannya sebagai berikut :
P : No. Point
E : Easting (koordinat X)
N : Northing (koordinat Y)
Z : Elevation
D : Discription
Space delimited : Format notepad file .txt
Comma delimited : file .csv
4. Setting Project, Parameter dan Point pada LDD
Langkah awal buka Land Desktop, Buat Project, Ikuti Gambar
Pilih Created Project…
Isikan Nama Folder di Name pada Project Information
Pada Drawing Name Isikan Nama File dwg lalu OK
Setelah itu lakukan seperti gambar dibawah ini
• Load Setting > pilih m1000.set
• Units > Sesuaikan dengan gambar
• Scale > Horisontal 1 : 1000 dan Vertikal 1 : 200
• Zone > Sesuaikan
Lalu klik finish, lalu akan muncul tampilan setting yang telah kita buat tadi, setelah itu klik OK
Setelah itu akan muncul Created Point Database, beri tanda pada Use Point Name > OK
Langkah Selanjutnya Point Settings…
Coords pilih X-Y
Untuk Marker sesuaikan ukuran dan bentuk point
Untuk Text, Pilih Warna sesuaikan ukuran huruf dan matikan description
Setelah itu OK
5. Proses Pembuatan Kontur Melalui import data Run Comment
Untuk Proses ini sudah pernah saya buat posting sebelumnya, silahkan klik disini
6. Proses Pembuatan Kontur melalui import data ASCII
• Langkah pertama adalah buka data yang telah disiapkan di Excel, simpan data dalam format yang diinginkan dan dalam bentuk .csv atau .txt
• Save > OK > Yes > lalu Klik Close, Keluar dari Excel > akan muncul “Do you want to save……” Klik Yes > lalu klik kembali Yes
• Buka LDD, Pilih Import Point pada menu Point
Pilih Format sesuaikan dengan anda menyimpan data tadi di Excel (ENZ/space delimited)
Pada Source File pilih tempat dimana kita menyimpan data .txt
Perhatikan tanda lingkaran yang saya beri pada gambar diatas,
Lingkaran pertama beri tanda pada Add Points to Point Group
Pada lingkaran kedua klik tanda hijau tersebut, maka akan muncul Format Manager – Create Group, Pada lingkaran ketiga isikan nama Point Group, Kemudian OK > OK
• Setelah itu akan muncul COGO Database Import Options > Pilih Ignore lalu OK
• Buat Polyline mengelilingi point tersebut dan beberapa gambar yang diperlukan seperti jalan ataupun jalur polygon
• Pilih Terrain > Terrain Model Explorer > Pada Terrain klik Kanan “Create New Surface”
• Buka Tanda + pada Terrain sehingga muncul Surface1, Buka juga tanda + pada surface1
• Pada Point Groups > Klik Kanan “Add Point Groups…” >pilih “Baru_Belajar” atau nama yang tadi anda ketikan pada saat import point
• Klik kanan pada surface1 > pilih Build…
• Close Terrain model explorer dan kembali ke display AutoCAD
• Setelah itu masih pada menu Terrain > pilih Edit Surface > pilih Surface Bounderies…
• Pada command akan terlihat “RemoveAll/Add :” tekan enter
• “Remove all existing boundary definitions (Yes/No) :” ketik “Y” lalu tekan enter
• “Select polyline for boundary” pilih polyline yang telah kita buat tadi, gunanya untuk membatasi jalur kontur
• “Boundary definition [Show/Hide] :” tekan enter
• “Make breaklines along edges (Yes/No) :” ketik “Y” lalu tekan enter
• Setelah itu tekan Esc untuk mengakhiri perintah jika polyline yang dibutuhkan hanya satu
• Sekilas akan muncul Surface dalam bentuk segitiga yang banyak, mungkin sobat mengetahui didapatkannya sebuah kontur terjadi karena penghitungan dari dua buah garis yang menghubungkan dua titik yang memiliki beda tinggi, pada garis tersebut akan di buat titik titik baru yang memiliki ketinggian diantara dua titik di ujung garis tersebut sesuai interfal yang ditentukan, dan apabila titik itu banyak maka pembuatan kontur akan dibentuk segitiga segitiga yang banyak juga. Perlu dingingat bahwa software LDD ini merupakan hasil cipta dari karya manusia, jadi mungkin ada beberapa garis surface yang salah sehingga mengakibatkan kontur menjadi aneh ataupun salah karena tidak sesuai dengan keadaan lapangan, jadi perlu adanya ketelitian dalam proses ini,
• Untuk meneliti surface tersebut, perlu kita munculkan garis garis itu terlebih dahulu dengan cara pilih terrain > edit surface > Import 3D lines
• “Erase old surface view (Yes/No) :” Ketik “Y” lalu tekan enter
• Setelah itu teliti garis surface tersebut, bila terjadi kesalahan sobat dapat “Flip Face” mengedit dan “Delete surface Line” menghapus, “Add surface Line” menambahkan garis surface tersebut melalui Tool Terrain : Edit Surface
• Langkah selanjutnya adalah membuat garis kontur > Pilih Terrain > Create Contours…
• Perhatikan gambar dan warna merah
Pada kotak warna merah terdapat pengaturan interfal, atur interfal pada Minor Interval, karena major hanya garis kontur kelipatan dari Minor, pengaturan tersebut disesuaikan skala cetak > Klik OK
• “Erase old contours (Yes/No) :” tekan enter
Alhamdulillah, selesai juga… mungkin ada beberapa hal yang kurang dalam posting saya ini, jadi mohon komentar yang membangun, kritik saran juga saya harapkan dari rekan sekalian, semoga bermanfaat.
Rabu, 28 Desember 2011
ArcView 3x: Membuat Garis Kontur dari Data DEM
Download tutorial format PDF
Tahap Persiapan
1. Buka ArcView
2. Aktifkan ekstensi Spatial Analyst dan ET36. Spatial analyst berguna untuk membuat garis kontur, ET36 akan digunakan untuk menghaluskan garis kontur.
3. Buat sebuah view dengan Map Unit METER. Oleh karena itu, data DEM yang akan digunakan harus sudah terproyeksi, misalnya dengan system proyeksi UTM
4. Tambahkan data DEM dengan pilihan DATA SOURCE TYPES : Grid Data Source
Contoh data yang tampil di View adalah sebagai berikut
Tahap Pembuatan Kontur
5. Membuat kontur di ArcView 3x dapat dilakukan dengan Spatial Analyst atau 3D Analyst. Pada kesempatan ini digunakan Spatial Analyst
6. Klik pada menu SURFACE > CREATE CONTOURS
7. Isi Contour Interval dengan 10 dan Base contour: 0
Angka 10 menunjukan berapa interfal garis kontur yang akan dibuat. Kita sebaiknya mengikuti kaidah kerapatan vertical garis kontur. Untuk peta skala 1:50.000 sebaiknya digunakan interal garis kontur 25m, untuk peta skala 1:20.000 sebaiknya gunakan interval garis kontur 10m.
Base contour menunjukan berapa tinggi angka 0 pada data DEM terhadap referensi kajian kita. Isi dengan anaka 0 (nol) jika referensi angka 0 pada garis kontur yang akan dihasilkan sama dengan referensi 0 (nol) pada DEM
Klik OK
8. Sebuah theme baru berupa garis kontur terbentuk seperti contoh berikut
Tahap Penghalusan Kontur
Garis kontur pada gambar terakhir di atas tidak terlalu rapi. Garis kontur yang biasanya digambarkan smooth terlihat kaku. Untuk menghaluskan garis kontur (atau tema-tema garis lainnya) bisa digunakan ET36
9. Nyalakan ekstensi ET36. Klik EDIT THEME. Pilih theme garis kontur yang akan dihaluskan, Klik OK. Sebuah toolbar editing akan muncul.
Klik pada Start Editing
10. Klik pada ikon G_D_S_F (Generalize, Densify, Smooth, dan Flip). Yang akan kita gunakan adalah Smooth
11. Pilih Function SMOOTH, Toleransi 50m (misal) dan Klik pada SMOOTH
12. Sebuah garis kontur yang halus dan enak dipandang akan terlihat
13. Klik OK untuk menutup dialog G_D_S_F
14. Klik CLOSE untuk keluar dialog ETPolyline
15. Klik EXIT untuk keluar dari dialog ET36
16. Berikut contoh hasil smoothing
Garis abu-abu: Garis kontur sebelum diedit oleh ET36
Garis Kuning: Garis kontur setelah diedit oleh ET36
Tahap Supervisi
17. Proses penurunan garis kontur dari DEM harus di-supervise, tidak bisa hanya mengandalkan otomatisasi computer. Supervisi harus dilakukan secara manual untuk melihat
- Supervisi dilakukan secara manual
- Apakah ada START dan END dari sebuah polyline yang tidak smooth.
- Apakah ada garis kontur yang overlapping
- Apakah ada garis kontur yang panjangnya tidak signifikan, misal hanya beberapa meter saja. Garis kontur yang teramat pendek bisa dihilangkan dengan memilih threshold panjang tertentu, kemudian garis yang memiliki panjang tidak lebih dari batas akan dihapus
Download tutorial format PD
Tutorial ini diambil dari http://www.gistutorial.net/software/arcview_3x/arcview-3x-membuat-garis-kontur-dari-data-dem.html
Selasa, 14 Juni 2011
Cara Memperbaiki Flashdisk yang Terprotect
Anda tidak dapat membuang file atau memasukan file ke dalam Flash Disk
Upaya melakukan format pada Flash Disk mendapatkan pesan Write Protect
Flash Disk terkadang mengalami hal yang sama bila digunakan oleh computer berbeda. Dan tetap tidak dapat digunakan oleh computer anda, walaupun terkadang dapat bekerja pada computer lain
Pesan ditampilkan pada Windows XP :
Pada pesan pertama, pesan muncul ketika dilakukan format
Pesan ke 2 ketika file lakukan write file atau memindahkan file ke flash disk
Pesan ke 3 adalah pesan lainnya ketika flash disk dimasukan data dari harddisk



Tip dengan CHKDSK dan Format melalui Dos Prompt:
Masuk ke DOS Prompt Windows XP dan ketik CHKDSK /F Drive letter : (chkdsk /f v:)
Selesai memeriksa dari Check Disk (CHKDSK), coba anda buang file yang ada pada Flash Disk dengan perintah Del drive letter:*.*. Contoh pada perintah membuang file dari Flash Disk di drive V: adalah DEL V:*.*
Sekali lagi anda coba format dengan perintah Dos Promt. Format V:
Atau gunakan cara melalui Computer Management dan lihat volume drive V, dan anda coba format. Bila masih terdapat pesan error lakukan boot pada computer
Tahap 1

Tahap 2

Tahap 3.4

Result
Flash disk anda mengalami corrupt. Cara yang disebutkan diatas adalah untuk memperbaiki flash disk yang corrupt file dan mengalami file protect ketika mengcopy atau memindahkan data serta tidak dapat melakukan format.
Selesai melakukan format pada Flash Disk, tetapi anda mendapat pesan yang sama ketika melakukan format. Coba anda lakukan boot pada computer untuk me-refresh Windows XP agar mengenal Flash Disk anda. Bila masih mengalami hal sama, coba anda ulangi kembali melakukan chkdsk, bila masih terdapat pesan invalid link. Bila kedua kalinya anda masih mengalami hal tersebut, cara yang kami berikan tidak berlaku untuk flash disk anda ![]()
Kasus Flash Disk Write Protect terkadang hanya terjadi pada satu buah computer sementara beberapa waktu masih dapat digunakan oleh computer berbeda. Tetapi dapat juga langsung terjadi pada semua computer yang ketika anda menghubungkan Flash Disk anda baik pada sistem Windows XP atau OS lain
Hal lain dapat saja membuat error pada flash disk anda dan belum tentu disebabkan karena corrupt file yang membuat kasus seperti diatas
CARA MENGHAPUS FOLDER AUTORUN.INF DAN RECYCLER
Selasa, 24 Mei 2011
Fotogrametri
DEFINISI THEODOLITE :
Tata Letak Peta
Penerapan Matematika Terhadap Ukur Tanah
Survei adalah penerapan teknik matematika. Surveyor desain dan sistem mengamati pengamatan untuk menciptakan model matematika dari suatu proyek teknik. Model ini kemudian digunakan oleh profesi lain. Dalam beberapa cabang survei, para surveyor harus berusaha untuk menemukan solusi yang koheren untuk masalah yang melibatkan pencocokan data yang tercatat, prinsip-prinsip hukum, dan data diukur. Hal ini membutuhkan pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu termasuk matematika. Di bawah ini adalah contoh umum aplikasi dalam matematika untuk memecahkan masalah nyata.Pengamatan survei tradisional terdiri dari sudut dan jarak ke titik. Sebagai contoh, asumsikan seorang surveyor yang direkrut untuk memetakan tapak sebuah bangunan. Ahli Geodesi bisa menggunakan tape untuk mengukur setiap sisi dan dengan tambahan sederhana menentukan perimeter. Namun hal ini akan meninggalkan pada setiap sudut sudut bangunan terukur. Karena tidak mungkin untuk menempati sudut-sudut bangunan untuk mengukur sudut, surveyor mendirikan sewenang-wenang, sistem koordinat lokal yang mengelilingi bangunan. Sumbu sistem koordinat ditentukan oleh satu baris dari apa yang dikenal sebagai traverse. Dalam sketsa di bawah ini, yang melintasi titik-titik A dan D yang digunakan untuk menentukan sumbu Y. Sumbu X adalah diberhentikan pada 90 derajat sehingga sebuah sistem koordinat XY didirikan. Poin yang tersisa di traverse, B dan C, ditempatkan sedemikian rupa sehingga semua sudut bangunan dapat dilihat. Para surveyor mengamati jarak dan sudut ke setiap sudut bangunan. Dalam sketsa berikut, dengan jarak 100 ft dan sudut 30 ° dari sumbu Y diukur pada koordinat A. Jika A adalah ditugaskan secara sewenang-wenang nilai-nilai dari X = 0,0 m dan Y = 0,0 ft, maka koordinat bangunan sudut 1 dapat ditentukan dengan memecahkan segitiga yang tepat untuk perubahan di X, DX, dan perubahan dalam Y, DY, menggunakan trigonometri. Demikian pula, koordinat 2 dan melintasi sudut titik B dapat ditentukan.

GIS atau SIG
Bumi adalah planet rapuh dengan sumber daya terbatas. Sumber daya ini dibagi dengan meningkatkan jumlah orang. Hasil dari tempat tinggal kita bumi berarti berkurangnya satwa liar dan jenis tumbuhan sebagai manusia melanggar batas, memodifikasi dan menghancurkan domain. Untuk mengelola perubahan ini, kita perlu akurat dan up-to-date informasi yang akan membimbing tindakan dan kebijakan kami. Banyak dari informasi ini diperlukan dalam bentuk geografis, dalam kata lain, kita perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan dasar seperti: Apa itu? Di mana? Seberapa besar itu? Bagaimana pengaruhnya terhadap orang-orang di sekitarnya? dll profesi survei telah menyediakan alat-alat seperti sistem informasi geografis dan posisi satelit, keterampilan, dan informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, dan masih banyak lagi tentang lingkungan fisik dari planet kita dan bagaimana mempengaruhi tindakan kita sekarang dan di depan.Peta secara tradisional telah digunakan untuk menjelajahi bumi dan untuk mengeksploitasi sumber daya. Teknologi GIS, sebagai perluasan ilmu kartografi, telah meningkatkan efisiensi dan daya analitis pemetaan tradisional. Sekarang, sebagai komunitas ilmiah mengakui konsekuensi lingkungan dari aktivitas manusia, teknologi GIS menjadi alat penting dalam upaya untuk memahami proses perubahan global. Berbagai peta dan sumber informasi satelit dapat dikombinasikan dalam mode yang mensimulasikan interaksi sistem alam yang kompleks.Melalui fungsi yang dikenal sebagai visualisasi, seorang GIS dapat digunakan untuk menghasilkan gambar - bukan hanya peta, namun gambar, animasi, dan produk kartografi lainnya. Gambar-gambar ini memungkinkan peneliti untuk melihat subyek mereka dengan cara yang benar-benar tidak pernah terlihat sebelumnya. Gambar sering sama-sama membantu dalam menyampaikan konsep-konsep teknis GIS subjek studi ke non-ilmuwan.Kondisi permukaan bumi, atmosfer, dan di bawah permukaan dapat diperiksa oleh satelit makan data ke dalam GIS. Teknologi GIS peneliti memberikan kemampuan untuk memeriksa variasi dalam proses Bumi selama hari, bulan, dan tahun. Sebagai contoh, perubahan dalam vegetasi semangat melalui musim tanam dapat animasi untuk menentukan kapan kekeringan paling luas di daerah tertentu. Grafis yang dihasilkan, yang dikenal sebagai indeks vegetasi dinormalisasi, merupakan ukuran kasar kesehatan tanaman.
GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM)





















